MAKALAH TENTANG METODE PEMBERIAN TUGAS
MAKALAH TENTANG METODE
PEMBERIAN TUGAS
Mata Kuliah Strategi
Belajar Mengajar (SBM)
Dosen pengampu : Dwi
Chayadi Wibowa,M.Pd
DISUSUN
O
L
E
H
Nama : Fransiskus demok budi
Nim
: 1505061050
Kelas :B6
Prodi : PGSD
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN
ILMU PENDIDIKAN (STKIP)
PERSADA KHATULISTIWA
SINTANG
TAHUN AKADEMIK
2017/2018
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-nya lah
makalah ini dapat terselesaikan. Namun, dalam hal ini saya menyadari masih
banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini.
Makalah
ini dibuat guna untuk memenuhi tugas tengah semester pada mata kuliah Strategi
Belajar Mengajar (SBM). Dalam hal ini saya ingin mengucapakan terima kasih
kepada :
1. Bapak
Dwi Chayadi Wibowo,M.Pd selaku guru bidang studi ISBD.
2. Orang
tua saya yang selalu memeberikan doa dan dukungan serta teman-teman
seperjuangan sekalian.
3. Tak
luput juga saya ucapkan kepada semua pemberi sumber yang membantu saya dalam
penyusunan makalah ini.
Saya
berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi saya dan pembaca. Namun, dalam
hal ini saya sangat berharap kritikan dan saran yang mendukung untuk
kesempurnaan makalah saya yang selanjutnya. Amin
Sintang,
i
DAFTAR ISI
COVER
KATA PENGANTAR..................................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. LatarBelakang....................................................................................................... 1
B. RumusanMasalah................................................................................................... 2
C. Tujuan.................................................................................................................... 2
D. Manfaat................................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
A. PengertianMetodePembelajaran............................................................................ 3
B. PengertianMetodePemberianTugas....................................................................... 6
C. KelebihandanKekuranganMetodePemberianTugas............................................ 10
D. ProsedurPemakaianMetodePemberianTugas....................................................... 11
E. Contohpenerapanmetodepemberiantugas............................................................ 12
BAB III PENUTUPAN
A. Kesimpulan.......................................................................................................... 16
B. Saran
................................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................... 17
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat, maka semakin kompleks pula pelajaran yang harus disampaikan kepada siswa. Dalam hal inipun guru harus mampu dan dituntut untuk dapat menggunakan metode pembelajaran secara baik, sesuai dengan tujuan, bahan pelajaran, alat bantu dan evaluasi yang telah ditetapkan.
Metode
pembelajaran merupakan salah satu alat untuk menunjang tercapainya tujuan
pendidikan dan merupakan salah satu komponen yang harus dikuasai oleh guru,
karena dengan menguasai metode pembelajaran, guru dapat mengkomunikasikan bahan
pelajaran dengan baik dan terciptanya proses belajar mengajar yang efektif. Proses
pembelajaran adalah suatu aspek dari lungkungan sekolah yang diorganisasi.
Lingkungan ini diatur dan diawasi sedemikian
rupa sehingga proses pembelajaran terarah pada tujuan yang telah ditetapkan.
Metode pembelajaran turut menentukan sejauhmana lingkungan menjadi lingkungan
belajar yang baik. Lingkungan belajar yang baik adalah apabila bersifat
menantang dan merangsang siswa belajar, memberikan rasa aman dan kepuasan serta
mencapai tujuan yang diharapkan.
Kualitas belajar siswa dapat dicapai dengan menggunakan metode pembelajaran yang efektif, karena metode pembelajaran merupakan salah satu factor yang mendukung terhadap keberhasilan siswa disamping faktor-faktor lainnya, seperti bahan pelajaran, perlengkapan pelajaran, kondisi belajar dan sebagainya.
Untuk meningkatkan aktivitas dan kreativitas belajar siswa, guru dapat memberikan berbagai tugas secara bervariasi, aktivitas yang dilakukan oleh siswa selama duduk di bangku kelas hendaknya tidak hanya terpaku kepada mendengarkan ucapan guru saja, tetapi ia harus aktif mengembangkan informasi yang diterimanya dari guru.
Kualitas belajar siswa dapat dicapai dengan menggunakan metode pembelajaran yang efektif, karena metode pembelajaran merupakan salah satu factor yang mendukung terhadap keberhasilan siswa disamping faktor-faktor lainnya, seperti bahan pelajaran, perlengkapan pelajaran, kondisi belajar dan sebagainya.
Untuk meningkatkan aktivitas dan kreativitas belajar siswa, guru dapat memberikan berbagai tugas secara bervariasi, aktivitas yang dilakukan oleh siswa selama duduk di bangku kelas hendaknya tidak hanya terpaku kepada mendengarkan ucapan guru saja, tetapi ia harus aktif mengembangkan informasi yang diterimanya dari guru.
1
Tugas
yang diberikan biasanya aplikasi (penerangan) konsep-konsep atau teori-teori
yang diberikan oleh guru. Dengan cara seperti ini pemahaman siswa tentang
pelajaran yang diberikan semakin matang. Proses berfikir siswa didalam
menyelesaikan pengajaran akan lebih baik dibandingkan hanya mendengarkan
ceramah saja. Berangkat dari pemikiran tersebut, maka penulis menetapkan kajian
metode pembelajaran dan memfokuskan pada metode pemberian tugas.
Karena
metode pemberian tugas ini merupakan salah satu metode yang dapat mengembangkan
tujuh keterampilan proses siswa.
B.
Rumusan
masalah
Adapun
rumusan masalah yang dikemukakan dalam makalah ini ialah sebagai berikut:
1.
Apa pengertian metode pembelajaran?
2.
Apa pengertian metode pemberian tugas?
3.
Apa kelebihan dan kekurangan metode pemberian tugas?
4.
Bagaiman prosedur pemakaian metode pemberian tugas?
C.
Tujuan
Tujuan makalah ini ada dua macam, yaitu:
1. Tujuan Umum
Adapun tujuan umum yang inin dicapai ialah memiliki kemampuan dan penguasaan terhadap metode pembelajaran, dapat mengembangakan metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa dan tujuan pendidikan.
Adapun tujuan umum yang inin dicapai ialah memiliki kemampuan dan penguasaan terhadap metode pembelajaran, dapat mengembangakan metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa dan tujuan pendidikan.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus pembuatan makalah ini adalah:
a. Ingin mengetahui pengertian metode pembelajaran.
b. Ingin mengetahui pengertian metode pemberian tugas.
c. Ingin mengetahui kelebihan dan kekurangan metode pemberian tugas.
d. Ingin mengetahui prosedur pemakaian metode pemberian tugas.
Tujuan khusus pembuatan makalah ini adalah:
a. Ingin mengetahui pengertian metode pembelajaran.
b. Ingin mengetahui pengertian metode pemberian tugas.
c. Ingin mengetahui kelebihan dan kekurangan metode pemberian tugas.
d. Ingin mengetahui prosedur pemakaian metode pemberian tugas.
D.
Manfaat
Dengan
adanya makalah ini diharapkan kita dapat mengetahui apa itu metode pembelajaran
,metode pemberian tugas, apa saja kekurangan dan kelebihan metode pemberian
tugas, dan bagaimana prosedur pemakain metode pemberian tugas.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Metode Pembelajaran
Proses
pembelajaran harus menciptakan suasana yang dapat membina serta mengembangkan
kreativitas, Karen adengan mengembangkan kreativitas berarti menimbulkan
perasaan dihargai serta mendorong keberanian menciptakan gagasan kreatif bagi
anak (Rusyan, 1996). Untuk menciptakan susana tersebut maka diperlukan suatu
cara yang disebut metode.
Metode
merupakan suatu tata cara untuk melakukan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan
tertentu. Dan dalam proses pembelajaran berarti menggunakan metode pembelajaran
yang tujuannnya erat dengan pelaksanaan proses bealajar mengajar. Secara lebih
lanjut, berikut akan dipaparkan beberapa pengertian metode pembelajaran.
Menurut
Nursid Sumaatmadja (Supriatna, 2007), metode pembelajaran adalah cara yang
fungsinya merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan.
Sedangkan menurut S. Hamid Hasan (Supriatna, 2007), metode pengajaran adalah suatu cara yang digunakan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa dalam belajar. Dari dua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa metode pengajaran ialah suatu cara yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran agar siswa dapat belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan optimal.
Sedangkan menurut S. Hamid Hasan (Supriatna, 2007), metode pengajaran adalah suatu cara yang digunakan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa dalam belajar. Dari dua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa metode pengajaran ialah suatu cara yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran agar siswa dapat belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan optimal.
Dalam
kegiatan belajar mengajar terdapat dua hal yang turut menentukan berhasil
tidaknya suatu proses belajar mengajar, yaitu pengaturan proses belajar
mengajar dan pengajaran itu sendiri. Kedua hal itu saling ketergantungan.
Keberhasilan pengajaran dalam arti tercapainya tujuan-tujuan sangat bergantung
pada pengaturan proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar yang baik
dapat menciptakan situasi yang memungkinkan anak belajar sehingga merupakan
titik awal keberhasilan pengajaran.
3
Metode
pembelajaran dapat menciptakan siswa belajar dengan baik dalam suasana yang
wajar tanpa tekanan, dalam kondisi yang merangsang untuk belajar. Metode
pembelajaran yang baik dapat memberikan bantuan dan bimbingan bagi siswa yang
mendapat berbagai kesulitan belajar serta memberikan dorongan untuk memahami
bahan pengajaran dalam berbagai kegiatan belajar, karena dalam kegiatan belajar
siswa memerlukan sesuatu yang memungkinkan siswa berkomunikasi secara baik
dengan guru, dengan teman, maupun dengan lingkungan sekitarnya. Kebutuhan akan
bimbingan, bantuan dan perhatian guru bisa dilaksanakan dengan menggunakan metode
pembelajaran yang efektif. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru sangat
beragam.
Diantaranya metode ceramah, Tanya
jawab, diskusi, pemberian tugas, eksperimen, demonstrasi, kerja kelompok,
proyek, dan sebagainya.Dalam menggunakan metode pembelajaran, guru harus pintar
dalam memilih mana yang terbaik.Karena tidak semua metode sesuai dengan materi
pelajaran yang diajarkan. Djamarah, Syaiful Bahri (2005:229-231) dalam bukunya
Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif Suatu Pendekatan Teoretis Prikologis,
mengemukakan bahwa dasar pertimbangan pemilihan metode mengajar adalah:
1. Berpedoman pada tujuan
2. Perbedaan individual anak didik
3. Kemampuan guru
4. Sifat bahan pelajaran
5. Situasi kelas
6. Kelengkapan fasilitas
7. Kelebihan dan kelemahan metode
1. Berpedoman pada tujuan
2. Perbedaan individual anak didik
3. Kemampuan guru
4. Sifat bahan pelajaran
5. Situasi kelas
6. Kelengkapan fasilitas
7. Kelebihan dan kelemahan metode
Diketahui
pula bahwa dalam metode mengajar mempunyai hubungan yang erat dengan
keterampilan proses dalam bentuk kemampuan mengamati, menggolongkan,
menafsirkan, meramalkan, menerapkan, merencanakan penelitian, dan
mengkomunikasikan. Dari empat metode, yaitu pemberian tugas, eksperimen,
proyek, dan diskusi dapat dikembangkan tujuh (seluruh) keterampilan proses.
4
Dalam
metode karyawisata dapat dikembangkan enam jenis keterampilan proses, kecuali
meramalkan tidak termasuk didalamnya. Yang dikembangkan dari Tanya jawab dan
demonstrasi adalah lima jenis keterampilan proses, yaitu kemampuan mengamati,
menggolongkan, menafsirkan, menerapkan, dan mengkomunikasikan. Lain halnya
dengan metode bermain peran/sosiodrama dan bercerita, didalamnya dapat
dikembangkan empat jenis ketersmpilan proses yaitu kemempuan mengamati,
menafsirkan, menerapkan, dan mengkomunikasikan.
Dua
jenis keterampilan proses lainnya, yaitu mengamati dan mengkomunikasikan dapat
dikembangkan dalam metode ceramah. Sedangkan metode latihan dapat dikembangkan
tiga macam keterampilan proses, yaitu kemampuan mengamati, menerapkan, dan
mengkomunikasikan. Diketahui bahwa metode pemberian tugas adalah metode yang
terbanyak menampilkan segi-segi keterampilan proses. Begitu juga dengan metode
diskusi, eksperimen, dan proyek. Keempat metode tersebut sama-sama menampilkan
tujuh macam kemampuan dalam keterampilan proses. Sedangkan metode ceramah
adalah metode yang paling sedikit menampilkan segi-segi keterampilan proses.
Karenanya, metode ceramah yang sering digunakan guru dalam mengajar di kelas
perlu dibatasi pemakaiannya.
5
B.
Pengertian Metode Pemberian Tugas
Metode
pemberian tugas dapat diartikan sebagai suatu format interaksi belajar mengajar
yang ditandai dengan adanya satu tugas atau lebih tugas yang diberikan oleh
guru, dimana penyelesaian tugas-tugas tersebut dapat dilakukan secara
perseorangan atau secara kelompok sesuai dengan perintahnya. (Moedjiono dan Dimyati,
1992/1993).
Sedangkan Supriatna, Nana, dkk (2007:200)
mengemukakan bahwa metode penugasan (pemberian tugas) adalah suatu penyajian
bahan pembelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan
kegiatan belajar dan memberikan laporan sebagai hasil dari tugas yang
dikerjakannya. Metode ini mengacu pada penerapan unsure-unsur “learning by
doing”.
Dari
dua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa metode pemberian tugas adalah
suatu penyajian bahan pembelajaran dengan cara guru memberikan tugas tertentu
agar diselesaikan siswa sebagai salah satu bentuk kegiatan belajarnya, baik
secara individu atau kelompok dan adanya laporan sebagai hasil dari tugas
tersebut tanpa terikat dengan tempat.
6
Hal-hal
yang hendaknya diketahui oleh guru dalam menggunakan metode pemberian tugas
adalah sebagai berikut:
1. Tugas dapat ditunjukan kepada siswa
secara perseorangan, kelompok, atau kelas.
2. Tugas dapat diselesaikan atau
dilaksanakan dilingkungan sekolah (dalam kelas atau luar kelas) dan diluar
sekolah.
3. Tugas dapat berorientasi pada satu
bidang studi ataupun berupa integrasi beberapa bidang studi (unit).
4. Tugas dapat ditujukan untuk meninjau
kembali pelajaran yang baru, mengingat pelajaran yang telah diberikan,
menyelesaikan latihan-latihan pelajaran, mengumpulkan informasi atau data yang
diperlukan untuk memecahkan masalah serta tujuan yang lain.
5. Metode pemberian tugas adalah
sebagai komponen pengajaran di kelas jenjang dasar (elementary) atau sekolah
dasar (Rosenshine dalam Supriatna, Nana, dkk, 2007:201). Namun demikian untuk
menerapkan metode pemberian tugas secara efektif, guru hendaknya
mempertimbangkan jumlah siswa, kemampuan siswa, dan jenis-jenis tugas yang
diberikan.
7
Tujuan dari penggunaan metode
penugasan adalah untuk merangsang anak untuk aktif belajar baik secara
individual maupun kelompok. (Sumantri, 1998/1999) :
a. Jenis-jenis tugas
Davies (Moedjiono dan Dimyati, 1992/1993), mengemukakan
bahwa beberapa tugas merupakan kegiatan akademis atau intelektual, sedangkan
lainnya terutama berhubungan dengan keterampilan fisik. Selain itu, tugas
seringkali merupakan kegiatan akademis/intelektual dan keterampilan fisik
sekaligus.
Davies lebih lanjut mengutarakan bahwa untuk dapat mengemukakan tentang apa yang sebenarnya akan diajarkan (melalui sejumlah tugas), maka seorang guru memerlukan analisis tugas yang benar. Analisis tugas dilakukan dengan tujuan:
Davies lebih lanjut mengutarakan bahwa untuk dapat mengemukakan tentang apa yang sebenarnya akan diajarkan (melalui sejumlah tugas), maka seorang guru memerlukan analisis tugas yang benar. Analisis tugas dilakukan dengan tujuan:
a. Menerangkan tugas yang harus
dipelajari siswa.
b. Mengisolasi tingkah laku yang
diperlukan.
c. Mengidentifikasikan kondisi dimana
tingkah laku terjadi.
d. Menetapkan suatu criteria untuk
tingkah laku atau penampilan yang dapat diterima.
Berdasarkan pendapat Dsvies dan Gage
& Berliner, dapat dipisahkan jenis-jenis tugas berikut ini :
a) Tugas latihan.
b) Tugas membaca/mempelajari buku tertentu.
c) Tugas unit/proyek.
d) Studi eksperimen.
e) Tugas praktis.
8
Sedangkan
Rusyan, A. Tabrani (1996:14) mengemukakan bahwa metode pemberian tugas dapat
dilakukan dengan cara:
a) Membuat rangkuman.
b) Membuat makalah/paper.
c) Menjawab pertanyaan atau
menyelesaikan soal-soal tertentu.
d) Mengadakan observasi atau wawancara.
e) Mengadakan latihan.
f) Mendemonstrasikan sesuatu.
g) Menyelesaikan pekerjaan tertentu.
b. Syarat-Syarat Tugas.
Penerapan metode pemberian tugas akan memberikan hasil
optimal jika pada saat guru memberikan tugas memperhatikan syarat atau prinsip
pemberian tugas. Kepedulian terhadap syarat-syarat pemberian tugas juga
didasarkan pada adanya perbedaan karakteristik siswa, karakteristik bidang
studi, dan karakteristik tujuan. Adapun syarat-syarat pemberian tugas
diantaranya sebagai berikut:
a. Kejelasan dan ketegasan tugas.
b. Penjelasan mengenai
kesulitan-kesulitan yang mungkin dihadapi.
c. Diskusi tugas antara guru-siswa.
d. Kesesuaian tugas dengan kemampuan
dan minat siswa.
e. Kebermaknaan tugas bagi siswa.
9
C.
Kelebihan dan Kekurangan Metode
Pemberian Tugas
1. Kelebihan Metode Pemberian Tugas. Kelebihan
dari metode pemberian tugas adalah:
a. Relevan dengan prinsip cara belajar
siswa aktif (CBSA).
b. Merangsang siswa belajar lebih
banyak, baik dekat dengan guru maupun pada saat jauh dari guru di dalam sekolah
maupun di luar sekolah.
c. Mengembangkan sifat kemandirian pada
diri siswa.
d. Lebih meyakinkan tentang apa yang
dipelajari dari guru, lebih memperdalam, memperkaya atau memperluas pandangan
tentang apa yang dipelajarai.
e. Membina kebiasaan siswa untuk
mencari dan mengolah sendiri informasi dan komunikasi.
f. Pengetahuan yang siswa peroleh dari
hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
g. Merangsang kegairahan belajar siswa
karena dapat dilakukan dengan bervariasi.
h. Membina tanggung jawab dan disiplin
siswa.
i.
Mengembangkan kreativitas siswa.
2. Kekurangan Metode Pemberian Tugas. Kekurangan
metode pemberian tugas adalah:
a. Sulit mengontrol siswa apakah
belajar sendiri atau dikerjakan orang lain.
b. Sulit memberikan tugas yang sesuai
dengan perbedaan individu siswa.
c. Tugas yang monoton dapat membosankan
siswa.
d. Tugas yang banyak dan sering dapat
membuat beba dan keluhan siswa.
e. Tugas kelompok dikerjakan oleh orang
tertentu atau siswa yang rajin dan pintar.
f. Kurang adanya balikan bagi guru.
10
D.
Prosedur Pemakaian Metode Pemberian
Tugas
Bellack dan kawan-kawan (Moedjiono
dan Dimyati, 1992/1993), mengemukakan adanya rangkaian kegiatan yang diulang
secara terus menerus dalam pemakaian metode pemberian tugas. Rangkaian kegiatan
yang digambarkan oleh Bellack dan kawan-kawan tersebut adalah:
1) Guru menggambarkan secara singkat
tentang topik atau isu yang didiskusikan.
2) Guru meminta suatu respons atau
jawaban dari siswa tentang suatu pertanyaan/permasalahan.
3) Seorang siswa merespons atau menjawab
pertanyaan/permasalahan.
4) Guru menanggapi jawaban-jawaban
siswa.
Langkah-langkah dalam pemakaian
metode pemberian tugas adalah sebgaai berikut:
1) Fase pemberian tugas(persiapan).
a. Merumuskan masalah (scope and
sequenes) dengan jelas.
b. Mengemukakan tujuan pelaksanaan tugas.
c. Menentukan jenis tugas (kelompok/individu).
d. Memberikan penjelasan atau pengarahan sebelum
pengarahan tugas.
e. Memberikan petunjuk/sumber yang dapat membantu
pekerjaan siswa.
f. Menentukan limit waktu pelaksanaan.
2) Fase pelaksanaan tugas.
a. Mengadakan bimbingan/pengawasan
dalam pelaksanaan tugas.
b. Memberikan motivasi/dorongan sehingga anak mau
bekerja.
c. Memberikan pelayanan kebutuhan.
d. Diusahakan/dikerjakan oleh siswa
sendiri, tidak menyuruh orang lain.
e. Dianjurkan agar siswa menctat
hasil-hasil yang ia peroleh dengan baik dan sistematik.
11
3) Fase pertanggungjawaban tugas.
a. Pelaporan secara lisan/tulisan,
tindakan/demonstrasi.
b. Melaksanakan penilaian hasil
pelaksanaan tugas.
c. Melaksanakan penilaian proses dan
hasil pelaksanaan.
d. Mendiskusikan kesulitan-kesulitan
yang tidak dapat diselesaikan oleh siswa selama pelaksanaan tugas.
E.
Contoh Penerapan Metode Pemberian Tugas dalam
Pengajaran IPA
Dalam
proses pengajaran IPA, semua upaya yang dilakukan oleh guru dalam melaksanakan
kegiatan pengajarannya merupakan rangkaian proses yang menentukan pencapaian
hasil pengajaran, termasuk pemilihan metode yang tepat untuk setiap pertemuan. IPA
sebagai bagian dari ilmu yang ada, merupakan ilmu yang sarat dengan dengan
fakta sehingga pengajarannya menuntut kemampuan pengetahuan dari guru,
disamping keterampilan pengajaran lainnya.
Penerapan
metode pemberian tugas dalam proses pengajaran IPA, umumnya dimaksudkan
untuk melatih siswa agar mereka dapat aktif mengikuti sajian pokok bahasan yang
telah diberikan, baik di dalam kelas maupun di tempat lain yang representatif
untuk kegiatan belajarnya. Tugas yang diberikan kepada siswa dapat dilakukan
dengan berbagai bentuk seperti daftar pertanyaan mengenai suatu pokok bahasan
tertentu, suatu perintah yang harus dibahas melalui diskusi atau perlu dicari
uraiannya dalam buku pelajaran yang lain. Dapat juga berupa tugas tertulis atau
tugas lisan yang lain, mengumpulkan sesuatu, membuat sesuatu, mengadakan observasi,
eksperimen dan berbagai bentuk tugas lainnya. Kesemuanya itu bertujuan untuk
meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses belajar mengajar.
Perlu
dipahami bagi seorang guru bahwa waktu belajar siswa di sekolah sangat terbatas
untuk menyajikan sejumlah materi pelajaran yang telah ditetapkan dalam
kurikulum. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut guru perlu memberikan
tugas-tugas kepada siswa diluar jam pelajaran, baik secara perorangan maupun
kelompok. Dalam hubungan ini, guru sangat diharapkan agar setelah memberikan
tugas kepada siswa supaya dicek atau diperiksa pada pertemuan berikutnya apakah
sudah dikerjakan oleh siswa atau tidak.Kesan model pengajaran seperti ini
memberikan manfaat yang banyak bagi siswa, terutama dalam meningkatkan
aktivitas dan motivasi
belajarnya.
12
Teknik
pemberian tugas atau resitasi biasanya digunakan dengan tujuan agar siswa
memiliki hasil belajar yang lebih mantap, karena siswa melaksanakan
latihan-latihan selama mengerjakan tugas. Dari proses seperti itu, siswa dalam
mempelajari sesuatu dapat lebih terintegrasi akibat pendalaman dan pengalaman
siswa yang berbeda-beda pada saat menghadapi masalah atau situasi yang baru.
Disamping itu, siswa juga dididik untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan, aktivitas dan rasa tanggung jawab serta kemampuan siswa untuk
memanfaatkan waktu belajar secara efektif dengan mengisi kegiatan yang berguna
dan konstruktif.
Bagi
seorang guru dalam menerapkan metode
pemberian tugas tersebut diharapkan memperjelas sasaran atau tujuan yang
ingin dicapai kepada siswa.Demikian halnya dengan tugas sendiri, jangan sampai
tidak dipahami tidak dengan jelas oleh siswa tentang tugas yang harus
dikerjakan.
Dalam
penggunaan teknik pemberian tugas atau resitasi, siswa memiliki kesempatan yang
besar untuk membandingkan antara hasil pekerjaannya dengan hasil pekerjaan
orang lain. Ia juga dapat mempelajari dan mendalami hasil uraian orang lain.
Kesemuanya itu dapat memperluas cakrawala berfikir siswa, meningkatkan
pengetahuan dan menambah pengalaman berharga bagi siswa. Sebagai petunjuk dalam penerapan metode
pemberian tugas Roestiyah N.K (1989) mengemukakan perlunya memperhatikan
langkah-langkah berikut:
1.
Merumuskan tujuan khusus dari tugas yang diberikan.
2. Pertimbangkan betul-betul apakah
pemilihan teknik pemberian tugas itu telah tepat untuk mencapai tujuan yang
anda rumuskan.
3. Anda perlu merumuskan tugas-tugas
dengan jelas dan mudah dimengerti.
Dalam menerapkan metode pemberian
tugas seperti dikemukakan di atas, guru hendaknya memahami bahwa suatu
tugas yang diberikan kepada siswa minimal harus selalu disesuaikan dengan
kondisi obyektif proses belajar mengajar yang dihadapi, sehingga tugas yang
diberikan itu betul-betul bermakna dan dapat menunjang efektifitas pengajaran.
Berbicara lebih jauh mengenai penerapan metode pemberian tugas,
seringkali diterjemahkan oleh sebahagian orang hanya terkait dengan pekerjaan
rumah yang diberikan kepada siswa.
13
Akan
tetapi sebenarnya metode ini harus dipahami lebih luas dari pekerjaan rumah
karena siswa dalam melakukan aktivitas belajarnya tidak mutlak harus dilakukan
di rumah, melainkan dapat dilaksanakan di sekolah, di laboratorium atau di
tempat-tempat lainnya yang memungkinkan untuk menyelesaikan tugas. Sehubungan
dengan ini Nana Sudjana (1989) mengemukakan bahwa; Tugas dan resitasi tidak
sama dengan pekerjaan rumah, tetapi jauh lebih luas dari itu. Tugas bisa
dilaksanakan di rumah, di sekolah, di perpustakaan, dan tempat lain. Tugas dan
resitasi merangsang anak untuk aktif belajar diberikan secara individual atau
dengan kelompok.
Penguasaan
itu tidak harus selalu didiktekan oleh guru melainkan dapat berasal dari
perencanaan kelompok, sehingga kelompok dapat membagi tugas kepada anggotanya secara
baik menurut minat dan kemampuannya.Jelasnya bahwa penguasaan yang diberikan
kepada siswa harus selalu dirumuskan dengan seksama agar tugas itu tidak
terlalu memberatkan siswa dan juga tidak membosankan.Ini tidak berarti bahwa
tugas itu tidak boleh sukar.Bahkan senantiasa diharapkan menciptakan suatu
kondisi yang memungkinkan pemberian tugas yang menantang buat siswa.
Menurut
Sutomo (1993) bahwa metode pemberian tugas dapat digunakan apabila :
a. Suatu pokok bahasan tertentu
membutuhkan latihan atau pemecahan yang lebih banyak di luar jam pelajaran yang
melibatkan beberapa sumber belajar.
b. Ruang lingkup bahan pengajaran
terlalu luas, sedangkan waktunya terbatas. Untuk itu guru perlu memberikan
tugas.
c. Suatu pekerjaan yang menyita waktu
banyak, sehingga tidak mungkin dapat diselesaikan hanya melalui jam pelajaran
di sekolah.
d. Apabila guru berhalangan untuk
melaksanakan pengajaran, sedangkan tugas yang harus disampaikan kepada murid
sangat banyak. Untuk itu pemberian tugas perlu diberikan melalui bimbingan guru
lain yang menguasai bahan pengajaran yang dipegang oleh guru yang berhalangan
tadi.
14
Beberapa jenis tugas penugasan dianggap sudah ditunaikan
apabila siswa telah mengerjakannya. Di sini tidak diperlukan standar minimum. Akan
tetapi jika suatu keterampilan tertentu ingin dikembangkan, maka tolok ukur
penilaian perlu ditentukan dan disampaikan kepada siswa, sehingga mereka
berkesempatan untuk mempraktekkan keterampilan itu dengan memuaskan.
Demikian pula jika penugasan itu berupa laporan atau makalah
yang harus dipersiapkan, para siswa sedapat mungkin sering diberitahu apa saja
target atau sasaran yang diharapkan dari mereka atau dari tugas yang diberikan,
sehingga mereka memiliki cukup pedoman dalam bekerja menyelesaikan tugas-tugasnya.
Mengingat pentingnya metode pemberian tugas dalam proses
belajar, sehingga dalam mencermati hal itu kalangan ahli pendidikan banyak
memberikan petunjuk dan penekanan khusus yang berkaitan dengan jenis dan metode pemberian
tugas
kepada siswa. Kesemuanya berorientasi pada pencapaian hasil belajar yang lebih
baik.Sehubungan dengan itu Tim Didaktik Metodik Kurikulum IKIP Surabaya (1993) menegaskan bahwa “tugas yang
harus dilakukan siswa perlu jelas.Ini berarti bahwa guru, dalam memberikan
tugas, harus menjelaskan aspek-aspek yang perlu dipelajari siswa, agar siswa
tidak merasa bingung apa yang harus dipentingkan jika aspek-aspek yang
diperhatikan sudah jelas, maka perhatian siswa waktu belajar akan lebih
dipusatkan pada aspek-aspek yang dipentingkan itu”.
Khusus dalam pengajaran IPA, metode pemberian tugas
memegang peranan yang penting untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa
terhadap materi pelajaran.Dengan pemahaman seperti itu diharapkan siswa
memiliki motivasi untuk belajar IPA secara maksimal, agar siswa mampu
menghubungkan pemahaman IPA-nya dengan perkembangan yang ada.
15
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Metode pembelajaran adalah suatu
cara penyajian pembelajaran. Metode pembelajaran merupakan salah satu factor
terpenting yang mempengaruhi proses pembelajaran, karena menentukan bagaimana hasil
belajar yang dicapai oleh siswa.
Metode pembelajaran yang baik adalah
metode yang dapat menciptakan suasana yang baik dan kondisi yang dapat
merangsang siswa untuk belajar.Kualitas belajar siswa dapat dicapai dengan
menggunakan metode pembelajaran yang efektif.Tidak ada satupun metode
pembelajaran yang baik dan sempurna.Setiap metode memiliki kelebihan dan
kekurangan masing-masing.Oleh karena itu, metode yang paling baik adalah metode
yang cocok, relevan dengan materi, dan sesuai tujuan pembelajaran.
B.
Saran
Keterampilan dan kemampuan guru
untuk memilih metode yang terbaik sangat diperlukan untuk keberhasilan
pencapaian tujuan pembelajaran. Karena pemilihan metode yang salah akan
menghambat pencapaian tujuan pembelajaran. Guru jangan sesuka hati memilih
metode, ia harus berpedoman pada tujuan pembelajaran.
Dalam memilih metode pembelajaran
harus memperhatikan kadar keterampilan proses yang dimiliki oleh setiap metode.
Metode dengan kadar keterampilan proses yang tinggi lebih mengoptimalkan
belajar siswa, salah satu metode dengan kadar keterampilan proses tinggi adalah
metode pemberian tugas. Dan metode yang paling sedikit menampilkan segi-segi
keterampilan proses ialah metode ceramah. Oleh karena itu, metode ceramah yang
sering digunakan guru dalam mengajar di kelas perlu dibatasi pemakaiannya.
16
DAFTAR
PUSTAKA
Djamarah, S. B. (2005). Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif
Suatu Pendekatan
Teoretis Psikologis. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Moedjiono dan Dimyati, M. (1992/1993).Strategi Belajar Mengajar . Jakarta: Depdikbud Dirjen
Moedjiono dan Dimyati, M. (1992/1993).Strategi Belajar Mengajar . Jakarta: Depdikbud Dirjen
Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan
Tenaga Kependidikan.
Rusyan, A. (1996). Metode Pembelajaran. Jakarta: PT Amanah Duta.
Sumantri, M. d. (1998/1999). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Depdikbud Dirjen Pendidikan
Rusyan, A. (1996). Metode Pembelajaran. Jakarta: PT Amanah Duta.
Sumantri, M. d. (1998/1999). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Depdikbud Dirjen Pendidikan
Tinggi Proyek PGSD.
Komentar
Posting Komentar